Oke galauers, gue disini akan menghibur kalian, untuk menemani kalian semua yang lagi berjomblo (engga lagi, tapi selamanya. Eh). Ya nama gue Rizky Muharam Sururi, manusia yang tak kunjung henti bergalau ria, lahir di Rumah Sakit Hati dan Batin. Dan sekarang kita sedang berada di sesi Posting Galau Berjama'ah part 1 (mungkin bakal ada selanjutnya part 2). Buat apa gue posting ginian? disini gue cuma mau bantu kalian yang galau bisa terhibur dengan kata-kata galau gue ini, mungkin aja kalian bakal tambah galau (bagus dong). Langsung saja kita mengisi kekosongan malming kita \m/ yeah. Perhatian, gue disini cuma menghibur, bukan berarti gue jones.
Malam yang sunyi, mungkin itu yang gue rasakan setiap malam yang sunyi ini. Tak hanya sunyi. Sedikit sedih. Sedih membayangkan betapa bodoh nya gua saat itu. Saat dimana pertama kali melihat lu dan menarik perhatian gue. Gue terpana, dan terpanah (mulai sedikit lebay). Lu begitu sempurna, walaupun ada sedikit kekurangan dalam diri lu, tapi semua kekurangan itu seakan terabaikan. Gue terjatuh (lebay dikit), ke dalam lubang perasaan cinta (tambah lebay sob). Tapi semua khayalan tentang lu terhenti, gue sedikit merasa bersadar diri. Apa pantas manusia seperti gue bisa tepat berada dekat di samping lu selamanya? Apa bisa gue menjadi manusia seperti apa yang lu inginkan? Kemungkinan besar tidak, kemungkinan kecil iya. Ada memang sedikit keoptimisan, dan ada juga memang banyak kepesimisan. Siapa lah gue ini? Hanya orang yang tak berarti di mata lu. Gue sempat berfikir, bisa gak sih gue dapetin lu? Mungkin hanya dalam mimpi. Tak semudah membalikkan telapak tangan (lebay klimaks), tak semudah tidur dan terus bermimpi (lebih lebay), tak semudah merebus minyak (lah). Yang bisa gue lakukan hanyalah, berdo'a untuk nya. Disaat lu tertawa dengan lelaki lain, gue sedikit senang. Tapi juga sedih, hati gue terhujat. Lu tertawa bukan karena gue. Disaat lu merasa sedih, gue pun ikut sedih, lebih sedih lagi gue gak bisa membuat lu merasa senang kembali. Mungkin gue gak perlu memiliki lu, yang terpenting lu memiliki orang yang pas, cocok, dan sempurna di mata lu. Dan mungkin gue yang salah, kenapa gue bisa suka sama lu? (lebaynya udah mengurang). Biarkan perasaan ini tak terungkapkan. Jika suatu saat lu mengetahui nya, gue mau lu terus bersama orang yang pantas saja. Tak perlu lah pikirkan gue ini. Siapa lah gue bagi lu? gak ada. Seenggaknya gua bisa mengenal lu, walaupun lu tidak. Pertama kali gue melihat lu, sangat cepat gue menyatakan dalam hati gue bahwa gua menyukai lu. Tapi kenapa disaat gue melupakan, susah sekali.
Dan saat gue mendengar kabar, kalau lu udah punya pasangan. Gue cuma bisa berdo'a, semoga lu bisa terus sama dia. Memang hati gue sedikit terpukul. Tapi gue memaksa tuk tersenyum, karena gue senang...
Wah galauers, maap yak malming nya keganggu. Jadi pada susah tidur kan tuh hahaha. Kabooooor~

0 comments: