Bermain Bulutangkis ~ Rizki's Blog

Saturday, 31 August 2013

Bermain Bulutangkis

Maap ini postingan gagal, baru dipost sekarang, hehe. Haloo. Gimana-gimana THR nya? Menipis ya? Hahahahaha. Sama. Tapi alangkah baiknya kita untuk berhenti menyesal tentang THR yang didapat. Karena, hikmah yang diambil dari lebaran adalah mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan menyucikan hati. Bukan baju baru, celana baru, sendal baru gara-gara sendal lamanya kecolongan pas tarawih, dan dapet THR. Mencoba lah lebih bersikap dewasa. Dan membuka lembaran baru. Oke cukup dulu sok cool nya. Sekarang, gue mau cerita tentang hidup gue yang baru saja gue alami kira-kira minggu yang lalu. Ya, belakangan ini gue jadi suka main bulutangkis. Yang gue maksud disini bukan menangkis-nangkis bulu (mikir), tapi bulutangkis alias badminton. Gue bermain bulutangkis bersama abang gue, dan permainan berlangsung seru. Ya... Walaupun sedikit memalukan.

Gue bermain bulutangkis cuma di halaman di rumah gue doang sih, walaupun gak ada net nya. Menjadikan sendal sebagai batas net, serta membuat garis out. Tapi permainan tetap aja berlangsung seru. Pertarungan berlangsung sengit sob, pertama-tama gue kalah 2-7, tertinggal jauh. Gue kelawahan. Kewalahan maksudnya. Gue butuh dukungan, andai saja ada mpok nori di samping lapangan jadi cirlider dan nyemangatin gue, gue pasti tambah semangat. Tapi yang ada malah adek gua nyanyi-nyanyi lagu cjr, ini membuat gue frustasi. Ternyata adek gua setongkol sama abang gue, dia bermaksud membuat konsentrasi gue kacau (sungguh gawat). Dan ternyata juga dia tau kalau kelemahan gue adalah mendengar lagu-lagu coboy junior. Situasi semakin mendesak. Skor sudah menunjukkan 19-20 dan gue tertinggal 1 poin (cepet amat). Gua berencana melakukan jumping smash (inget bukan boyband!). Abang gue melakukan servis komputer, dia lupa kalo komputer lg rusak, bercanda deng. Yap lalu gue menangkis nya. Bermain rally panjang, gue pun melakukan netting. Agar abang gue memberi bola atas dan bisa melakukan jumping smash. Dan benar! Abang gue memberi bola atas. Walaupun adek gue sedang nyanyi-nyanyi lagu anak kecil tapi sikap udah kayak abg, gue tetap fokus. Gue melakukan jumping smash, dan berhasil menghujat perut nya dengan kok. Gue bersorak kegirangan, keliling komplek... Engga deng hehe. Skor 20-20, deuce. Gue melakukan servis. Abang gue menangkis nya. Lalu gue menangkis lagi. Disaat abang gue menangkis serangan menangkis-lagi dari gue, gue tertipu. Ternyata dia melakukan netting. Gue kelawahan, eh kewalahan. Gue tetap semangat. Abang gue melakukan servis. Berlangsung rally panjang. Tiba-tiba abang gue memberi bola atas! Saat-saat yang menegangkan! Masa-masa dimana permainan berlangsung seru! Gue malah kebelet berak... Ini kampret. Gue berpikir sebentar, daripada ntar gue kebablasan. Dan daripada nyusahin emak nyuci celana gue yang kotor dan bau. Lagipula gue teringat masa-masa indah gue saat kecil berak di celana, emak gue capek nyuci nya. Masih ada bekasnya... Sedikit.

Gue pun mengakhiri nya tanpa menangkis kok. Membiarkan nya terjatuh di sisi lapangan gue. Dan skor akhir menjadi 22-20. Gue mengakui kekalahan, menjunjung sportivitas....... Demi biar gak kebablasan.

Rizki Muharam Sururi

Terima kasih telah membaca postingan ini. Silakan komentari atau kritik postingan ini melalui kotak komentar agar blog ini menjadi lebih baik. Apapun komentarnya, gua tetap menghargainya.

2 comments:

 

Copyright @ 2013 Rizki's Blog.