Berani untuk Kembali ~ Rizki's Blog

Friday, 3 April 2015

Berani untuk Kembali

Eh jangan langsung di tutup dulu browser nya! kok cuma gara-gara baca judul nya langsung phobia gitu sih. (APAANSI INI POSTINGAN!). Yhaaa. Udahlah, mending jujur, pasti dari kalian ada yang punya mantan baik itu mantan ojek, mantan bodyguard kalo ke mall, ataupuuun mantan friendzone (lhaaa). Kali ini gua mau ngebicarain yang namanya 'balikan ama mantan'...
Kan ada orang (sebutlah: Jodi) yang bilang (gak tau sumber nya, gua temuin di ask.fm) kalau balikan sama mantan itu ibarat baca buku dua kali, berarti mantan ibarat sebuah buku yang kisahnya sudah pernah kita baca. Nah, kalau pacar? Sama, ibarat buku juga, hanya saja kita sedang membacanya. Teman? Ibarat buku juga kok, hanya saha sebagian kisahnya saja yang kita tau. Sahabat? Sama, dan tentunya gua gausah ngasitau untuk yang satu ini.
Nah, kan orang-orang yang mengucapkan ibarat-ibaratan itu bilang ibarat baca buku dua kali. Bagaimana kalau bisa aja percintaan kalian/gua masih berlanjut atau belum tamat? Bisa aja sampe ke pelaminan, asal dengan cara yang sah-sah aja, kan gak ada yang tau, Wallahu'alam. Tapi disini gua gak mau bicarain tentang agama ya. Ada yang putus karena bosen, mungkin itu karena dia bosen baca kisah bukunya. Si Jodi ini kan bilang endingnya sama, mungkin karena kisah percintaannya dengan si doi itu cuma segitu aja, kan gak ada yang tahu, Wallahu'alam. Tapi, dilihat-lihat, itukan kisahnya dia. Intinya sih, jangan terpengaruh sama omongan itu, kisah percintaan mu itu beda dengan si Jodi, nak. Tapi jangan begitu terpengaruh juga sama kalimat-kalimat ini...
Kali aja buku yang kita baca gak sampe segitu aja, mungkin aja masih ada lanjutannya dan kelanjutan bukunya itu lebih punya ending atau kisah yang bahagia. Banyak kan penulis/novelis buku yang tiba-tiba memberikan kelanjutan kisah, yang pembaca kira awalnya kisahnya itu selesai begitu aja. Namun, hanya saja kita gak tau penyelesaian kisah yang kita baca itu berakhir dengan baik atau tidak. Tapi enggak buat gua, orang yang lebih memilih jalannya sendiri (jangan serius banget, mbak, bacanya), gua lebih memilih menulis daripada membaca. Dan menurut gua, mereka yang bilang ibarat baca buku itu lebih suka membaca ketimbang menulis. Atau mungkin ada yang gak suka keduanya, kan gak ada yang tau dan juga kurang tau, Wallahu'alam.
Intinya, jangan sampai kisah percintaan kita itu dituliskan oleh orang lain, dan juga dipengaruhi oleh perkataan orang lain. Lalu membiarkan orang lain itu menulis buku yang berisikan kisah percintaan kita ('Kita', kita siapa nih? Iya. Kita.). Hei, semua tergantung kita. Tergantung kita juga memutuskan untuk mengibaratkan balikan sama mantan itu seperti baca buku dua kali atau melanjutkan kisah buku tersebut. Dan satu lagi, untuk mereka yang bilang balikan sama mantan ibarat baca buku yang sama dua kali, saya berpendapat bahwa anda hanya menganggap cinta yang bersemi kembali hanyalah sebuah kisah percintaan yang berulang.
Dan jika pada akhirnya buku itu memang harus tamat, kita yang harus memilih menjadikannya kisah yang berakhir indah atau tidak. Karena penulisnya itu adalah 'Aku', dan 'Kau', bukan 'Dia', 'Mereka', ataupun 'si Jodi'. Coba lah untuk #BeraniLebih beda dari orang lain. Jadi, inget putus bukan berarti harus tamat.

Facebook: Rizky Muharam Sururi

Twitter: @rizkymuharam_

Rizki Muharam Sururi

Terima kasih telah membaca postingan ini. Silakan komentari atau kritik postingan ini melalui kotak komentar agar blog ini menjadi lebih baik. Apapun komentarnya, gua tetap menghargainya.

0 comments:

Be The First!

 

Copyright @ 2013 Rizki's Blog.