Kebahagiaan yang Bertahan Sementara ~ Rizki's Blog

Tuesday, 11 March 2014

Kebahagiaan yang Bertahan Sementara

soccerKemarin, hari Senin, gua mendpatakan pelajaran yang berarti. Kemarin, gua mengikuti pertandingan turnamen futsal. Ya walaupun hasilnya kurang memuaskan, tetapi hari itu adalah benar-benar hari gua. Kenapa? karena dari kekalahan itu gua telah mendapat pelajaran yang berarti. Pelajaran yang benar-benar membuat gue berubah. Oiya, gua mengikuti turnamen futsal di GOR samping sekolah gua tertjintah, dan gua bermain di tim B sekolah gua. Turnamen itu bernama Moestopo Cup, kalo gak salah...

Baru juga gua mengikuti turnamen ini, gua sudah bertemu lawan yang berat. Berat untuk menang, berat badan lawan-lawannya, berat dosanya pula (eh). Tapi walaupun begitu, waktu itu gua gak ada rasa takut sama sekali. Lawannya adalah SMAN 97. Yup, sekolah yang pernah menjuarai turnamen yang disponsori oleh minuman isotonik JKT48. Gua sempat membicarakan lawan dengan teman gua saat sebelum pertandingan dimulai di ruang ganti. Sebut aja teman gua Ngitig.
"Tig, lawan kita kan nanti 97, bakalan menang gak ya?" ucap gua.
"Ya haruslah" bacot Ngitig dengan pedenya.
"Ya kalaupun kita kalah nanti, kan wajar aja lawannya jago. Tapi sebenernya gua lebih pengen menang." ngarep gua.
"Yaelah ki, kalo mau menang mah gausah mandang lawan." Tsah.
"Iya sih, harus menang. Pasti..."

Begitu selesai dari ruang ganti, gua langsung ke lapangan untuk pemanasan. Sehabis pemanasan, pertandingan pun sedikit lagi dimulai. Gua main pertama. Peluwit pun berbunyi, pertandingan berlangsung sangat sengit. Sampai-sampai tim gua langsung kebobolan 0-1. Sengit kan. Namun, gua tidak menyerah begitu saja. Gua tetap berusaha sampai titik keringat penghabisan. Dan ternyata harapan itu datang, gua mencetak 1 gol menyamakan kedudukan. Gua hanya diam, tanpa selebrasi, karena mungkin saja lawan masih bisa membalas. 1-1 tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua dimulai, semakin sengit. Gua bingung mau apalagi biar menang. Apa gua harus gol ke gawang sendiri, atau mukul-mukulin teman setim gua. Tapi kayaknya bukan ide yang bagus. Dan akhirnya gua tau apa yang harus gua lakukan, yaitu mencetak gol biar menang. Yaiyalah. Gua pun mencetak gol lagi menjadi 2-1. Itu gua dapatkan saat kiper sedang duel udara dengan teman setim gua, dan kiper tersebut melakukan pelanggaran. Dari set-piece tersebut, teman gua mengambil tendangan. Saat ingin melakukan tendangan, ternyata dia tidak menendang. Tetapi, memberi umpan kepada gua. Gua pun menyelesaikan tugas suci gua. Udah diujung. Dan GOOOOL! teriak gua. Gua pun bersorak kegirangan. Suatu kebahagian yang berarti...!

Namun, semua musnah dengan perlahan. Semuanya hanya bertahan sementara. Hilang... Tim gua tiba-tiba kehilangan fokus, kebobolan beberapa kali. Begitu banyak kebobolan. Hingga usai babak kedua malah menjadi 2-6. Gua menyesal, andai gua bisa menang. Namun pertandingan selesai, kalah ya kalah, menang ya menang. Sportifitas pun gua tunjukkan kepada lawan dengan berjabat tangan. Sial...

Ya memang begitulah, kekalahan yang menyesakkan. Tim gua merasa hanya sebagai tim hiburan yang menang sesaat dan hanya memberi harapan kepada pendukungnya. Dan seketika, harapan itu hilang begitu aja. Meskipun begitu, gua telah mendapat pelajaran yang berarti. Kalian tak usah memandang lawan kalian dari sejarah kejuaraan. Kalau memang bisa dikalahkan, kenapa gak? Bola itu bundar. Dan sampai saat ini, gua kalau mau futsal melawan siapa aja, mau lawan kuli bangunan kek, tukang bakso, cabe-cabean sampe biji nya bodo amat(?). Terus melaju tanpa henti. Kalo kata Albert Einstein, “Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving.”. Hubungannya apaan ya, hehe-_-'. Sudahlah yang penting intinya, jangan melihat seseorang dari luar nya. Liat aja personil boyband, luarnya sih ganteng tulen. Dalemnya... udah udah. Have a nice day ;).

Rizki Muharam Sururi

Terima kasih telah membaca postingan ini. Silakan komentari atau kritik postingan ini melalui kotak komentar agar blog ini menjadi lebih baik. Apapun komentarnya, gua tetap menghargainya.

0 comments:

Be The First!

 

Copyright @ 2013 Rizki's Blog.